JATIMPEDIA, Kediri - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada September 2026, terutama beras, telur ayam ras, dan daging ayam ras yang diperkirakan mengalami peningkatan permintaan.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Kediri, Noviana Rachmawati, mengatakan harga dan pasokan sebagian besar kebutuhan pokok selama Agustus masih relatif stabil. Namun, harga daging ayam ras terus meningkat, sementara beras premium mulai menunjukkan indikator waspada.
Baca juga: BNI Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda lewat Tabungan wondrZ
Sebagai langkah antisipasi, TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 4-6 September 2026 di Halaman Balai Kota Kediri.
"Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi inflasi pada September, TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 4-6 September 2026," ujar Noviana, Sabtu (5/9/2026).
Baca juga: Hingga Hari Ke-145, PG Ngadiredjo Kediri Telah Giling 8 Juta Kuintal Tebu
Sementara itu, BPS Kota Kediri mencatat inflasi Agustus 2026 sebesar 0,43 persen secara bulanan dan 3,28 persen secara tahunan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,39 persen.
Daging ayam ras menjadi komoditas dengan kontribusi inflasi terbesar, yakni 0,30 persen. Cabai rawit dan beras masing-masing menyumbang 0,05 persen.
Baca juga: BPS : Pendidikan Jadi Penyumbang Inflasi Kediri pada September 2026
Di sisi lain, angkutan udara, bawang merah, dan bawang putih menjadi sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi.
Memasuki September, BPS mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan pangan yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga perlu diantisipasi karena dapat berdampak terhadap harga barang dan jasa lainnya.
Editor : Rofiq