JATIMPEDIA, Jakarta – Pemerintah terus mendorong transformasi sektor transportasi sebagai langkah strategis mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ketahanan energi menjadi fondasi vital untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global.
"Pertumbuhan ekonomi di Semester I sudah 5,45 persen. Indonesia dibandingkan negara ASEAN atau di negara G20 termasuk top three di atas. Dan kita bisa mencapai pertumbuhan tinggi dengan inflasi yang rendah," ujarnya dalam acara bertajuk "Peran Generasi Muda Dalam Mewujudkan Net Zero Emission 2060" di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Baca juga: Staf Ahli Menhub tinjau penerapan Green Port di Terminal Teluk Lamong
Menurut Airlangga, transformasi sektor transportasi dilakukan melalui tiga pilar utama. Pertama, optimalisasi penggunaan Bahan Bakar Nabati melalui program B50 pada kendaraan komersial dan industri. Kedua, akselerasi ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang saat ini telah memiliki ekosistem dari hulu hingga hilir. Ketiga, eksplorasi teknologi hidrogen sebagai bahan bakar masa depan.
"Transformasi di sektor transportasi harus dilakukan secara masif, bertahap, dan terukur. Namun, yang lebih penting adalah menjamin agar hasil pembangunan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.
Pemerintah juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui berbagai insentif, termasuk insentif untuk motor listrik produksi dalam negeri yang saat ini tengah dimatangkan skemanya. Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menyetujui skema tersebut dengan anggaran yang telah disiapkan.
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa sektor industri memiliki peran besar dalam mendukung transisi energi. Ia menjelaskan bahwa hilirisasi industri terus digalakkan melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang meliputi baterai, motor listrik, hingga pengisian daya.
Baca juga: PGE Perkuat Ketahanan Energi Indonesia dengan Panas Bumi
"Kami juga terus memastikan agar industri dalam negeri dapat berperan aktif dalam rantai pasok global kendaraan listrik. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan kandungan lokal dan pengembangan sumber daya manusia," ujarnya.
Peran Generasi Muda
Airlangga juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan NZE 2060. Ia menyebut, anak muda memiliki potensi besar dalam menghadirkan inovasi dan solusi yang aplikatif untuk mendukung transformasi di sektor transportasi dan energi.
Baca juga: Diler MAXUS Hadir di Kota Malang Terintegrasi Berkonsep 3S
"Transisi energi tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga dukungan inovasi dari generasi muda untuk menciptakan solusi yang aplikatif," katanya.
Dengan berbagai langkah transformasi tersebut, pemerintah optimistis target NZE 2060 dapat tercapai. Transformasi sektor transportasi dinilai tidak hanya penting untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Editor : Taufiq