Pelindo dan AMANAIR Siapkan Seaplane, Banyuwangi hingga Papua Masuk Bidikan

Reporter : Ferdian
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMANAIR) menjajaki pengembangan layanan pesawat amfibi atau seaplane

JATIMPEDIA, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMANAIR) menjajaki pengembangan layanan pesawat amfibi atau seaplane untuk memperkuat konektivitas antara kawasan pelabuhan, wilayah pesisir, kepulauan, dan sejumlah destinasi di Indonesia.

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pengoperasian Seaplane di Lingkungan Pelindo, yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (31/8).

Baca juga: Lima Tahun Pascamerger Pelindo, TTL Raih Dua Penghargaan Nasional

Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan kerja sama ini membuka peluang pengembangan konektivitas berbasis pelabuhan sekaligus mengoptimalkan aset dan fasilitas Pelindo. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Sebagai port orchestrator dan integrator, Pelindo terus membuka ruang kolaborasi untuk menghubungkan ekosistem pelabuhan dengan berbagai moda transportasi dan aktivitas ekonomi,” kata Farid.

Menurutnya, seaplane berpotensi menjadi moda pelengkap bagi konektivitas laut dan udara, terutama untuk mendukung sektor pariwisata, kawasan marina, wilayah terpencil, hingga kebutuhan penanganan bencana dan kegiatan sosial. Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada sektor pariwisata dan marina.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penjajakan layanan seaplane untuk penumpang dan kargo, pembangunan serta pengelolaan water base, terminal, dan fasilitas pendukung di kawasan pelabuhan. Pelindo dan AMANAIR juga akan mengeksplorasi konektivitas menuju destinasi wisata, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta wilayah terpencil yang memiliki potensi ekonomi.

Farid mengatakan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan memberikan peluang besar bagi pengembangan moda transportasi alternatif.

Baca juga: Kinerja TPS Tetap Solid, Arus Peti Kemas Capai 122.876 TEUs

“Pelabuhan memiliki posisi strategis sebagai simpul konektivitas. Karena itu, kami ingin melihat lebih jauh bagaimana seaplane dapat melengkapi konektivitas yang sudah ada sekaligus membuka akses menuju kawasan yang potensial untuk dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama AMANAIR, Michael Allan Nicholas, menyambut kerja sama tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan konektivitas berbasis seaplane sebagai alternatif transportasi antarpulau.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk menghadirkan konektivitas seaplane yang dapat menghubungkan pelabuhan, kepulauan, dan berbagai destinasi di Indonesia secara lebih fleksibel,” kata Michael.

Sebagai tindak lanjut, kedua perusahaan akan melakukan asesmen terhadap sejumlah lokasi potensial, di antaranya Benoa Bali, Gilimas Lombok, Banyuwangi, Sunda Kelapa, serta beberapa wilayah di Sulawesi, Papua, Sumatera, dan kawasan lain dalam lingkungan Pelindo Group.

Baca juga: Lamong Cukur, Cara TTL Buka Peluang Kerja Baru bagi Warga Sekitar

Asesmen tersebut akan mencakup potensi pasar, kesiapan lokasi dan fasilitas, serta kelayakan pengembangan layanan sebelum memasuki tahap kerja sama berikutnya.

Farid menegaskan, kajian menyeluruh diperlukan agar pengembangan seaplane nantinya benar-benar memberikan nilai tambah bagi kawasan pelabuhan dan memperkuat konektivitas antarpulau.

“Kami ingin memastikan setiap potensi dikaji secara komprehensif sehingga apabila nantinya dikembangkan, layanan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan pelabuhan dan konektivitas antarpulau,” pungkasnya.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru