JATIMPEDIA, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia Persero mengkaji penguatan konektivitas angkutan barang dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Kajian terpadu difokuskan pada integrasi jaringan kereta menuju fasilitas pelabuhan utama di Pulau Jawa.
Laporan pembahasan pengembangan ekosistem logistik terintegrasi tersebut disampaikan manajemen secara resmi pada Selasa, 25 Agustus 2026. Perseroan membukukan total volume angkutan barang nasional mencapai 38.648.919 ton sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Angkut 23.446 Ton Barang Hingga Triwulan III 2026
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan arah kebijakan pengembangan aksesibilitas angkutan moda berbasis rel. Pelabuhan kawasan industri diketahui telah mulai beroperasi secara bertahap sejak tahun 2025 lalu.
“Kawasan industri membutuhkan jaringan logistik yang mampu menghubungkan pusat produksi dengan pusat distribusi dan pelabuhan secara efisien. KAI melihat kereta api memiliki ruang besar untuk memperkuat jaringan tersebut, terutama untuk pergerakan barang dalam volume besar dan jarak yang semakin panjang,” kata Anne dalam keterangan kepada RRI.co.id , Selasa, 25 Agustus 2026.
Baca juga: Meriahkan Festival Gandrung Sewu, KAI Beri Diskon Tiket 20 Persen Relasi Banyuwangi
Rincian komoditas nonbatu bara seperti peti kemas, semen, dan BBM menyumbang angka 6.987.150 ton. Penjajakan rute angkutan jarak jauh diproyeksikan menghubungkan pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, hingga Patimban.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memaparkan keunggulan integrasi antarmoda rantai pasok nasional. Pengoperasian fasilitas dry port kawasan industri ditargetkan dapat berjalan penuh secara bertahap pada 2028.
“Ketika kawasan industri, jaringan kereta api, dry port, dan pelabuhan terhubung dalam satu sistem, ruang distribusi barang menjadi semakin luas. KAI siap memberikan kapabilitas perkeretaapian untuk mendukung terbentuknya jaringan logistik yang lebih kuat dan kompetitif,” ujar Wisnu.
Rencana pengembangan kawasan mencakup pembangunan warehouse, container yard, hingga fasilitas pendukung truck parking bay. Anak usaha KAI Logistik turut dilibatkan untuk memperkuat layanan penanganan kargo secara end-to-end.
Editor : Rizky