JATIMPEDIA, Trenggalek - Tradisi Metri Bumi di Kabupaten Trenggalek tak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk menjaga kelestarian sumber mata air dan lingkungan.
Kegiatan yang digelar di sekitar sumber mata air Papringan, Desa Masaran, Kecamatan Bendungan, tersebut diisi dengan penanaman pohon. Langkah itu diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bersih sekaligus mempertahankan ekosistem di kawasan sumber mata air.
Baca juga: BSN dan DPR Dorong UMKM Trenggalek Penuhi Standar Nasional
Wakil Administratur Perhutani Kediri Selatan Hermawan mengatakan penanaman pohon di sekitar sumber mata air memiliki manfaat ekologis, mulai dari menjaga ketersediaan air, mencegah erosi, mengurangi risiko banjir, hingga melestarikan sumber daya air untuk generasi mendatang.
“Kami berterima kasih atas antusiasme masyarakat Desa Masaran. Penanaman ini tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga mendukung program zero net carbon yang dicanangkan Bupati Trenggalek,” kata Hermawan.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan menggabungkan tradisi budaya dan kegiatan konservasi. Tradisi Metri Bumi di sejumlah sumber mata air di Trenggalek menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Dengan menanam pohon, harapannya pohon tersebut ke depannya bisa menyerap air,” ujar Nur Arifin.
Baca juga: Pemkab Trenggalek Droping 162 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan
Ia berharap pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut dapat dirawat sehingga keberadaan sumber mata air tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapan ke depan dengan tradisi ini, pohon yang ditanam bisa terjaga dengan baik dan sumber mata air bersih, maka kehidupan akan terus ada meskipun bupatinya sudah tidak ada,” tambahnya.
Camat Bendungan Sujatmiko turut mengapresiasi masyarakat yang dinilai konsisten menjaga kawasan sumber mata air dan pohon-pohon besar di sekitarnya.
Baca juga: Alat Berat Terlambat, Penutupan Ruas Trenggalek-Tulungagung Ditunda
Ia menyebut di kawasan sumber mata air Papringan terdapat tiga pohon besar yang menjadi bagian penting dari ekosistem setempat. Ketiganya disebut terus mengeluarkan air yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
“Di lokasi sumber mata air Papringan ada tiga pohon besar, semua mengeluarkan air dan terus dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Di musim kemarau pun sumber air Papringan tetap mengeluarkan air,” ujarnya.
Melalui perpaduan tradisi Metri Bumi dan aksi penanaman pohon, masyarakat Trenggalek didorong untuk tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memastikan sumber mata air dan lingkungan tetap lestari bagi generasi berikutnya.
Editor : Rofiq