Pemkot Yogyakarta Belajar Pengelolaan Wisata Kali Maron di Pacitan

Reporter : Arif
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama rombongan mengunjungi Obyek Wisata Sungai Maron di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Pacitan

JATIMPEDIA, Pacitan - Pemerintah Kota Yogyakarta mempelajari pengelolaan wisata berbasis sungai di Sungai Maron, Kabupaten Pacitan, terutama teknologi perahu yang dinilai sesuai untuk diterapkan pada sungai dangkal di Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama rombongan mengunjungi Obyek Wisata Sungai Maron di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Pacitan, Kamis, untuk melihat langsung pengelolaan destinasi wisata yang dikenal dengan julukan “The Amazon of Java” tersebut.

Baca juga: Festival Ronthek Pacitan 2026 Suguhkan Budaya Otentik

“Kami ingin replikasi kegiatan wisata Maron, terutama terkait perahu dan teknologinya,” kata Hasto.

Ia mengatakan teknologi perahu wisata yang digunakan di Sungai Maron menarik untuk dipelajari karena sistem mesinnya dapat menyesuaikan dengan kedalaman air.

“Sehingga ini (perahu) cocok diaplikasikan pada sungai-sungai di Yogyakarta yang cenderung dangkal,” ujarnya.

Baca juga: Festival Rontek Pacitan Digelar dengan Konsep Panggung Berjalan

Hasto menyampaikan ketertarikan tersebut kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat meninjau langsung aktivitas wisata di Sungai Maron.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan pariwisata menjadi salah satu sektor yang diandalkan untuk menopang perekonomian daerah, termasuk melalui pengembangan wisata Sungai Maron.

“Di Pacitan itu wisatanya komplit, yang terkenal memang pantai dan sungai tapi ada juga destinasi wisata minat khusus,” kata Indrata.

Baca juga: Festival Nelayan 2026 Pacitan Meriah, Tradisi Larung Tumpeng Warnai Peringatan 1 Suro

Sungai Maron dirintis masyarakat setempat sejak 2012 dan mulai beroperasi sebagai destinasi wisata pada 2014 melalui pengelolaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Saat ini terdapat sekitar 130 perahu wisata di Sungai Maron yang seluruhnya dimiliki warga lokal. Perahu tersebut menggunakan beragam teknologi penggerak, mulai dari bahan bakar minyak, gas hingga listrik.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru