SGN Perkuat Kinerja dan Akselerasi Transformasi di Semester I-2026

Reporter : Taufiq
SGN terus mendorong peningkatan kinerja melalui optimalisasi pabrik gula, peningkatan kualitas bahan baku tebu

JATIMPEDIA, Surabaya  - Semester I 2026 menjadi periode yang menunjukkan kinerja positif sekaligus penguatan kinerja PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Berbagai program strategis perusahaan terus berjalan dengan baik, didukung peningkatan produktivitas, optimalisasi operasional, penguatan kemitraan dengan petani, serta sinergi yang semakin solid bersama berbagai pemangku kepentingan.

Memasuki musim giling 2026, SGN terus mendorong peningkatan kinerja melalui optimalisasi pabrik gula, peningkatan kualitas bahan baku tebu, penguatan manajemen operasional, serta percepatan berbagai program peningkatan produktivitas. Langkah tersebut dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi on-farm maupun off-farm, untuk memastikan proses produksi berjalan semakin efektif dan menghasilkan kinerja yang optimal.

Baca juga: Pemkab Lamongan Dukung Program Ketahanan Pangan Wujudkan Swasembada

Sejumlah pabrik gula di lingkungan SGN mulai menunjukkan performa yang semakin baik seiring dengan peningkatan kesiapan musim giling dan optimalisasi proses produksi. Perbaikan kualitas bahan baku tebu serta pengelolaan proses produksi menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan rendemen dan produktivitas gula.

Corporate Secretary PT Sinergi Gula Nusantara, Yunianta, menyampaikan bahwa capaian pada Semester I 2026 merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen perusahaan dan mitra strategis. Menurutnya, peningkatan kinerja tidak hanya berorientasi pada pencapaian produksi, tetapi juga pada pembentukan fondasi perusahaan yang semakin kuat dan berkelanjutan.

“Semester I 2026 menjadi momentum penting bagi SGN untuk memastikan berbagai program yang telah dirancang dapat berjalan dan memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas. Kami melihat progres yang positif, namun perjalanan masih panjang. Karena itu, pada semester kedua kami akan terus memperkuat eksekusi, meningkatkan efektivitas operasional, serta memastikan seluruh potensi yang ada dapat dioptimalkan,” ujar Yunianta.

Dari sisi on-farm, SGN terus memperkuat kemitraan dengan petani sebagai bagian penting dalam menjaga ketersediaan dan kualitas bahan baku tebu. Program percepatan bongkar ratoon, perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas lahan, serta pemanfaatan teknologi dan mekanisasi terus didorong untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat keberlanjutan pasokan bahan baku bagi pabrik gula.

Penguatan ekosistem kemitraan tersebut juga menjadi bagian dari upaya SGN dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Melalui kolaborasi yang semakin erat dengan petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, SGN berupaya membangun ekosistem pergulaan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

“Petani merupakan bagian penting dalam ekosistem pergulaan nasional. Karena itu, penguatan kemitraan dan peningkatan produktivitas tebu menjadi perhatian utama kami. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kinerja perusahaan juga berjalan seiring dengan penguatan hubungan dan manfaat yang dirasakan oleh para petani,” lanjut Yunianta.

Baca juga: SGN Gandeng TNI AU perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Selain penguatan produktivitas, Semester I 2026 menjadi momentum bagi SGN untuk melanjutkan transformasi perusahaan. Digitalisasi proses bisnis, penerapan manajemen risiko, peningkatan efisiensi, serta penguatan tata kelola terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun perusahaan yang lebih adaptif terhadap perubahan dan tantangan industri.

Semangat transformasi melalui Go Lean, Go Green, dan Go AI terus diarahkan untuk menciptakan proses bisnis yang lebih efisien, ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta mampu mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat dan tepat. Transformasi tersebut menjadi bagian dari langkah SGN untuk meningkatkan daya saing sekaligus mempersiapkan perusahaan menghadapi dinamika industri gula ke depan.

Di tengah berbagai tantangan industri pergulaan, SGN juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mendukung agenda swasembada gula nasional. Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam membangun industri gula nasional yang semakin kuat, mulai dari peningkatan produktivitas tebu, optimalisasi kapasitas pabrik, hingga penguatan tata kelola rantai pasok.

Yunianta menegaskan bahwa capaian Semester I 2026 bukan alasan bagi SGN untuk berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan akselerasi pada paruh kedua tahun ini.

Baca juga: SGN Pacu Kinerja Pabrik Gula Hingga Tembus Rendemen 8 Persen Melalui Revolusi 888

“Semester I telah memberikan progres dan fondasi yang positif. Semester II harus menjadi momentum untuk memperkuat akselerasi dan menuntaskan target yang telah ditetapkan. Kami akan terus menjaga semangat kolaborasi, disiplin dalam eksekusi, dan fokus pada peningkatan produktivitas. Harapannya, seluruh upaya ini dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi SGN dan industri gula nasional,” tegasnya.

Secara keseluruhan, Semester I 2026 menunjukkan bahwa SGN berada pada jalur kinerja yang positif. Fondasi yang semakin kuat, kolaborasi yang solid, peningkatan produktivitas, serta konsistensi dalam menjalankan transformasi menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadapi Semester II 2026.

Dengan semangat untuk terus bertumbuh dan bertransformasi, SGN akan melanjutkan berbagai program strategis dengan fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan penguatan tata kelola. Semester I telah menjadi pijakan positif, sementara Semester II menjadi momentum untuk memperkuat akselerasi dan menuntaskan target perusahaan.

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru