JATIMPEDIA, Gresik - Di tengah dinamika industri pupuk yang dipengaruhi gejolak geopolitik, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga energi dan bahan baku global, Petrokimia Gresik justru mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang konsisten.
Kinerja positif tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan produksi, penjualan, dan laba perusahaan sepanjang 2025, tetapi juga melalui berbagai langkah strategis yang disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.
Baca juga: DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Pulihkan Mangrove Mengare
Memasuki usia ke-54 tahun, Petrokimia Gresik menunjukkan bahwa keberlanjutan perusahaan dibangun bukan hanya melalui pencapaian bisnis, melainkan juga kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan serta menghadirkan solusi bagi sektor pertanian Indonesia.
Capaian tersebut terlihat dari realisasi produksi pupuk sepanjang 2025 yang mencapai 4.683.477 ton atau sekitar 105 persen dibandingkan kuantum produksi tahun 2024 sebesar 4.474.914 ton. Tren pertumbuhan itu terus berlanjut pada Semester I 2026. Hingga Juni 2026, produksi pupuk telah mencapai 2.716.141 ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 2.431.506 ton.
Kinerja operasional tersebut semakin mengukuhkan optimisme perusahaan, mengingat target produksi pupuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 106 persen dari target produksi tahun 2025.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kemampuan perusahaan untuk terus beradaptasi dan menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang.
"Kinerja positif maupun perjalanan perusahaan selama lebih dari lima dekade tidak lepas dari kemampuan untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan menjawab berbagai tantangan. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi Petrokimia Gresik untuk terus mendukung swasembada pangan nasional sekaligus memajukan sektor pertanian Indonesia," ujar Daconi saat memimpin Upacara HUT Ke-54 Petrokimia Gresik di Gresik, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, tantangan industri pupuk saat ini semakin kompleks. Namun kondisi tersebut justru menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis.
"Di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku yang masih membayangi industri pupuk, Petrokimia Gresik terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertanian Indonesia," katanya.
Bagi Daconi, capaian yang diraih saat ini bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, seluruh pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
"Kinerja positif hari ini harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai yang semakin besar di masa depan," imbuhnya.
Baca juga: Pupuk Indonesia, Pelindo hingga Angkasa Pura Berpotensi Masuk IPO
Semangat Growing The Future diwujudkan melalui berbagai transformasi strategis. Salah satunya adalah meningkatkan fleksibilitas fasilitas produksi melalui modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Teknologi ini memungkinkan satu fasilitas memproduksi NPK Phonska, NPK Solid Granulation maupun pupuk fosfat sesuai kebutuhan pasar, sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas produksi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat ketahanan industri pupuk nasional.
Penguatan juga dilakukan pada sisi pasokan bahan baku. Petrokimia Gresik tengah membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton. Setelah proyek tersebut selesai, kapasitas penyimpanan asam sulfat perusahaan akan meningkat menjadi 100.000 ton, sehingga keandalan pasokan bahan baku dapat semakin terjaga.
Sementara itu, di sektor logistik, perusahaan membangun Dermaga A yang dirancang mampu melayani kapal hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT) dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun. Infrastruktur ini diharapkan memperlancar arus logistik perusahaan sekaligus menjaga tingkat okupansi dermaga atau Berth Occupancy Ratio (BOR) tetap optimal.
Keandalan operasional juga diperkuat melalui kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura. Kerja sama tersebut berpotensi menambah pasokan gas sekitar 30–35 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), yang diproyeksikan mampu menopang kebutuhan operasional perusahaan hingga 2035.
"Transformasi bagi kami bukan hanya tentang bagaimana perusahaan menjadi lebih besar, tetapi bagaimana Petrokimia Gresik semakin adaptif, efisien, dan tangguh dalam menjawab kebutuhan masa depan. Karena itu, kami terus memperkuat kemampuan produksi, keandalan pasokan bahan baku dan energi, serta melakukan transformasi industri agar perusahaan tetap berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi pertanian Indonesia," jelas Daconi.
Baca juga: Petrokimia Gresik raih Gold Winner Media Relations Award 2026 lewat program PMA
Tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, Petrokimia Gresik juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Pada 2025, perusahaan ditunjuk Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU). Program tersebut menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan periode 2025–2030 dalam mendukung target industri hijau nasional.
Menurut Daconi, pertumbuhan perusahaan harus selalu berjalan beriringan dengan keberlanjutan serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
"Seluruh transformasi yang kami lakukan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusi bagi sektor pertanian, industri, masyarakat, dan bangsa," ujarnya.
Memasuki usia ke-54, Petrokimia Gresik memandang perjalanan panjang perusahaan sebagai modal untuk terus melangkah menghadapi tantangan masa depan. Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, transformasi berkelanjutan, serta komitmen menjaga ketersediaan pupuk nasional, perusahaan optimistis dapat terus menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung swasembada pangan Indonesia.
"Perjalanan 54 tahun menjadi modal berharga bagi kami untuk melangkah menuju masa depan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Petrokimia Gresik akan terus tumbuh, semakin berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional," tutup Daconi
Editor : Eka Sapto