Dukung Swasembada, Pemkab Malang Target Bongkar Ratoon 7.500 Hektar

Reporter : Rizky
Bupati Malang M Sanusi di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dalam kegiatan Tanam Perdana Bongkar Ratoon

JATIMPEDIA, Malang -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur menargetkan luasan lahan untuk program bongkar ratoon atau peremajaan tebu pada 2026 mencapai 7.500 hektare (ha) sebagai upaya mendukung swasembada gula nasional.

"Melalui peremajaan tanaman tebu ini diharapkan mampu mendukung target swasembada gula nasional, kalau lahan yang ditargetkan tahun ini 7.500 hektare," kata Bupati Malang M Sanusi ditemui di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai mengikuti secara daring agenda Tanam Perdana Bongkar Ratoon yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Sabtu.

Baca juga: Disparbud Malang Beri Dua Desa Wisata Perkuat Pengelolaan Pariwisata

Sanusi menjelaskan pemilihan lahan yang dijadikan sebagai lokasi bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu itu tidak bisa sembarangan dilakukan, sebab harus mempertimbangkan ketersediaan pasokan air.

Lebih lanjut, kata dia, setidaknya ketersediaan air harus dipastikan mencukupi paling lambat dua bulan sebelum pelaksanaan masa tanam awal, apalagi pada periode ini telah memasuki musim kemarau.

"Kalau tidak begitu petani tidak bisa melaksanakan (tanam). Faktor alam menentukan," ujar dia.

Baca juga: Gempa di Jatim Cukup Intens, BMKG Ungkap Penyebabnya

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicena Medisica Saniputera, mengatakan, target luasan lahan untuk program bongkar ratoon pada 2026, angkanya sama dengan yang ditetapkan pada 2025.

"(2025) tercapai 1.700 hektare, sebagian besar realisasi ini merupakan hasil pendataan dari teman-teman penyuluh (pertanian)," ucapnya.

Ia menjelaskan, dari target 7.500 ha lahan yang ditetapkan pada 2026, terdapat 5.200 ha lahan telah teridentifikasi potensinya untuk bongkar ratoon.

Baca juga: SGN Pacu Kinerja Pabrik Gula Hingga Tembus Rendemen 8 Persen Melalui Revolusi 888

"Ini perlu survei detail dalam rangka membuat perencanaan definitif sehingga tidak banyak pergeseran kembali. Kemudian, yang saat ini sudah final 1.300 hektare telah ter-SK-kan, dan 900 hektare sedang tahap pendataan," kata dia.

Pemkab Malang menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mencegah munculnya kendala di lapangan, salah satunya berkoordinasi dengan pembina penyuluh pertanian untuk meningkatkan efektivitas kinerja penyuluh dalam mengawal pelaksanaan bongkar ratoon hingga musim tanam raya di daerah itu.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru