JATIMPEDIA, Situbondo - Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Situbondo, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB tahun 2025 cukup tinggi, mencapai 5,28 persen.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Iqbal Reza Nugraha, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Situbondo berpotensi meningkat jika pemerintah daerah setempat mampu menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Baca juga: QRIS Dipakai 65,77 Juta Pengguna dan Diterima 44,86 Juta Merchant
"PDRB Situbondo, tumbuh 5,28 persen, itu yang paling tinggi selama kurun waktu enam tahun terakhir. Lebih tinggi dari nasional yang masih 5,11 persen," ujar Iqbal Reza saat acara High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Situbondo, di Gedung Serbaguna Pasir Putih Situbondo, Selasa (28/4/2026).
Katanya, sektor utama yang menjadi penyumbang tingginya pertumbuhan ekonomi di Situbondo adalah sektor pertanian yang meliputi peternakan dan perikanan. Sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian Situbondo.
"Jadi, untuk mempertahankan capaian pertumbuhan ekonomi atau bahkan meningkatkannya, harus melalui sektor pertanian," bebernya.
Sektor pertanian punya peran penting dalam penyediaan pangan serta menciptakan lapangan kerja. Jika itu dikelola dengan baik, maka angka pertumbuhan ekonomi di Situbondo akan terus meningkat.
Baca juga: Bank Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Kisaran 4,9–5,7 Persen
"Kalau sepanjang tahun 2026 ada upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan mitigasi terhadap isu perubahan iklim atau ancaman El Nino, maka perekonomian Situbondo di tahun 2026 punya potensi untuk tumbuh lebih tinggi," ungkapnya.
Katanya, ancaman El Nino merupakan ancaman serius terhadap sektor pertanian, seperti kekeringan panjang yang berdampak pada penurunan debit air irigasi dan akan berisiko pada gagal panen.
"Sektor pertanian ini sangat sensitif terhadap perubahan iklim ya. Jadi harus bisa menjaga dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian, baik melalui diversifikasi, hilirisasi, serta mitigasi perubahan iklim," tegasnya.
Baca juga: BI Gratiskan Biaya Transaksi QRIS Hingga Rp 500 Ribu
Diversifikasi yang sangat memungkinkan dilakukan adalah melalui hilirisasi produk, mengingat unggulan Situbondo adalah tanaman pangan, dan ini akan membuka peluang kerja.
"Sektor pertanian seringkali memiliki andil besar dalam penyerapan tenaga kerja, namun kontribusinya terhadap PDRB relatif kecil, sehingga perlu intervensi serius," ucapnya.
Editor : Rofiq