PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik Catat Bongkar Muat Barang Triwulan I 2026 Capai 1,13 Juta Ton

Reporter : Eka Sapto
Kegiatan bongkar muat barang di PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik (Pelabuhan Gresik)

JATIMPEDIA, Gresik - PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik mencatatkan pertumbuhan kinerja bongkar muat barang yang signifikan pada Triwulan I tahun 2026. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total bongkar muat barang mencapai 1.137.736 ton/m3, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 1.056.975 ton/m3.

Capaian tersebut juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ditetapkan sebesar 988.277 ton/m3. Peningkatan ini menunjukkan tren positif aktivitas operasional sekaligus meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan pelabuhan di Gresik.

Baca juga: Hunian Siap Huni Mulai Rp300 Jutaan di Queen Residence

Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjaga performa operasional serta peningkatan kualitas layanan.

Baca juga: Lima Tahun Pascamerger Pelindo, TTL Raih Dua Penghargaan Nasional

“Kami terus mengoptimalkan proses bongkar muat serta meningkatkan efisiensi di seluruh lini operasional. Hal ini menjadi kunci dalam mendorong peningkatan bongkar muat barang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Peningkatan kinerja bongkar muat barang ini didukung oleh optimalisasi penggunaan peralatan, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta sinergi yang kuat dengan para mitra kerja. Selain itu, strategi operasional yang adaptif turut berperan penting dalam menjawab dinamika kebutuhan logistik di wilayah Gresik dan sekitarnya.

Baca juga: Kinerja TPS Tetap Solid, Arus Peti Kemas Capai 122.876 TEUs

Ke depan, PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik berkomitmen untuk mempertahankan tren positif ini dengan terus menghadirkan inovasi layanan serta memperkuat daya saing. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran arus logistik nasional dan pertumbuhan ekonomi regional.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru