
Baca juga: Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Kembangkan Tiga Sumur Infill
"Saat ini SKK Migas dan Pertamina EP saat ini melakukan evaluasi dan tes untuk mengetahui nilai kandungan gas dari lokasi tersebut. Tim masih memantau volume aliran gas dan pembersihan lokasi pemboran, temuan cadangan ini merupakan kolaborasi semua pihak untuk terus berkomitmen melakukan eksplorasi untuk meningkatkan produksi migas nasional,” ujar Kemal dalam keterangannya seperti dikutip, Senin (24/10).
Tajak Sumur Eksplorasi Kolibri (KOL)-001 dimulai sejak 3 Juli 2022 dan mencapai kedalaman 2592 FTMD pada 2 Oktober 2022, hingga menemukan indikasi Hirokarbon Gas.
Baca juga: EMCL dan PIB Bojonegoro Dorong UMKM Lamongan Naik Kelas
Menurut Kemal, penemuan cadangan itu menjadi upaya SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengejar target 1 juta barrel minyak dan 12 BSCFD gas di tahun 2030.
"Upaya SKK Migas dan KKKS untuk terus melakukan eksplorasi secara masif, agresif, dan efisien untuk mengejar target, kembali membuahkan hasil positif," kata dia.
Di sisi lain, hasil positif dari validasi sumber daya minyak dan gas juga terjadi di wilayah kerja PHE ONWJ yang merupakan Regional 2 Bekasi Jawa Barat. Berdasarkan hasil validasi Sumur GQX-1 maka sumber daya secara kluster GQ-GQS-GQX mencapai 106,8 juta BOE.
Temuan antara 100-500 juta masuk dalam kategori penemuan very large atau big fish, setara dengan kurang lebih temuan Hidayah oleh petronas yang sekarang sudah memasuki POD. (raf)
Editor : Aries W