JATIMPEDIA, Surabaya - Polytron menghadirkan layanan EVA (Emergency Vehicle Assistance) atau layanan bantuan darurat 24/7 gratis bagi pengguna G3 Series bersamaan peresmian showroom EV kedua di Surabaya sebagai strategi memperkuat kepercayaan, keamanan, dan kenyamanan konsumen terhadap adopsi kendaraan listrik.
“Pembukaan Polytron EV Showroom & Services Surabaya merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan akses kendaraan listrik yang semakin dekat, modern, dan relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini. Surabaya dikenal sebagai kota trendsetter. Kehadiran showroom ini diharapkan dapat memberikan rasa percaya diri dan kenyamanan lebih bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik,” ujar Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo di Surabaya, Rabu.
Baca juga: Pemkot Surabaya Libatkan Karang Taruna Bagikan Bantuan Pangan untuk Warga
Layanan EVA tersedia 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu (24/7) serta diberikan gratis selama tiga tahun bagi pengguna Polytron G3 Series.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perluas Akses Penyerapan Tenaga Kerja untuk Tekan Pengangguran
Fasilitas bantuan darurat tersebut mencakup towing service, jump start battery, penanganan ban kempis, locksmith, pengantaran ke SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terdekat, inspeksi di lokasi, ambulans gratis untuk kasus kecelakaan, serta dukungan call center 24/7.
Layanan ini diperkenalkan bersamaan dengan peresmian Polytron EV Showroom & Services kedua di Surabaya yang berlokasi di Jl. Kedungdoro No. 30, Kecamatan Sawahan. Showroom mengusung konsep 3S (sales, service, sparepart) terintegrasi untuk mendukung kebutuhan konsumen dari pembelian hingga purna jual.
Baca juga: Nikmati Sensasi Riding Malam Bersama New Honda Vario 160 Evo
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pangsa Battery Electric Vehicle (BEV/kendaraan listrik berbasis baterai) mencapai 9,8 persen dari total pasar 561.819 unit dan diproyeksikan menembus lebih dari 10 persen pada tahun ini.
Kalau mau, saya bisa pangkas lagi ke 150 kata atau sesuaikan dengan limit redaksi tertentu.
Editor : Taufiq