Pertamina EP Mulai Kembangkan Lapangan Bambu Merah

Reporter : Ferdian
PT Pertamina EP dan SKK Migas memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH)

JATIMPEDIA, Jakarta  - PT Pertamina EP dan SKK Migas memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH). Proyek ini  terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU) pada akhir 2025.

“Tahap fabrikasi ini merupakan tonggak penting bagi Proyek Bambu Merah. Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi,” ujar Manajer Project Pertamina EP Zona 7 Ahmad Firdaus Fasa dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Kembangkan Tiga Sumur Infill

Pengembangan Lapangan Bambu Merah dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang sudah di SP CLU melalui tindak lanjut peningkatan fasilitas produksi.

Setelah rampung, produksi minyak akan dialirkan ke Booster Station (BS) Cilamaya.

 

Sementara gas diproses untuk memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya dan digabungkan dengan produksi gas dari lapangan-lapangan lainnya.

Untuk memastikan pengelolaan lingkungan yang baik, air terproduksi akan diinjeksikan kembali ke sumur-sumur injeksi melalui Water Injection Plant (WIP) di SP CLU.

Secara keseluruhan, pengembangan struktur Bambu Merah diproyeksikan menghasilkan produksi puncak sebesar 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dan 300 barel fluida per hari (BLPD) minyak atau 292,5 barel minyak per hari (BOPD), secara net.

Fasilitas yang dikembangkan mencakup gas scrubber berkapasitas 8 MMSCFD, Dehydration Unit (DHU) berkapasitas 9 MMSCFD, penambahan tiga unit gas compressor berkapasitas 0,5 MMSCFD, serta fasilitas pendukung lainnya.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Komitmen Hadirkan Produk UMKM Berkelanjutan

Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7 Wazirul Luthfi menambahkan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional.

 

“Pengembangan fasilitas produksi di Cilamaya Utara merupakan wujud komitmen Pertamina EP Zona 7 untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan. Kami memastikan setiap tahap pekerjaan berjalan sesuai aspek HSSE dan tata kelola, dengan koordinasi intensif dengan SKK Migas serta pemangku kepentingan lainnya,” kata Wazirul.

Ia menegaskan bahwa komunikasi dan sinergi lintas sektor akan terus dijaga agar proyek dapat berjalan lancar hingga tahap onstream.

Baca juga: Pertamina Drilling Raih Media Relations Awards 2026

Pekerjaan fabrikasi dilaksanakan oleh mitra kerja PT Bahana Karya Mandiri dengan durasi pengerjaan 280 hari kalender mulai 5 Desember 2025.

Setelah tahap fabrikasi selesai, paket DHU akan dikirim ke SP CLU pada pertengahan September 2026 untuk kemudian dilanjutkan dengan konstruksi dan commissioning selama dua bulan.

 

Pertamina EP Zona 7 menargetkan fasilitas baru ini dapat beroperasi (startup/onstream) pada November 2026.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru