JATIMPEDIA, Surabaya - Kondisi ekonomi regional Jawa Timur hingga akhir 2025 tetap terjaga. Inflasi Jawa Timur pada Desember 2025 tercatat 2,93 persen (yoy/ytd) dan 0,76 persen (mtm), didukung ketersediaan bahan pangan yang mampu menjaga daya beli masyarakat.
"Secara kumulatif hingga November 2025, neraca perdagangan Jawa Timur mengalami surplus sebesar 0,96 miliar dolar AS, meningkat 4,62 miliar dolar AS dibanding periode yang sama tahun 2024." kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Syaiful Islam, Kamis, 22 Januari 2026.
Baca juga: Pemkot Surabaya Libatkan Karang Taruna Bagikan Bantuan Pangan untuk Warga
Nilai ekspor tercatat 27,63 miliar dolar AS atau tumbuh 15,33 persen, sementara impor mencapai 26,68 miliar dolar AS atau turun 3,42 persen.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perluas Akses Penyerapan Tenaga Kerja untuk Tekan Pengangguran
"Surplus neraca perdagangan ditopang oleh sektor nonmigas yang mencatat surplus 4,71 miliar dolar AS, meskipun sektor migas masih mengalami defisit sebesar 3,75 miliar dolar AS." ujarnya.
Baca juga: Nikmati Sensasi Riding Malam Bersama New Honda Vario 160 Evo
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Desember 2025 mencapai 118,96, meningkat 3,95 persen (mtm) dan 6,25 persen (yoy). Komoditas utama penyumbang kenaikan indeks harga yang diterima petani antara lain cabai rawit, bawang merah, gabah, telur ayam ras, ayam ras pedaging, kacang tanah, jagung, wortel, tomat, serta kol atau kubis.
Editor : Rizky