Banjir Bengawan Jero Lamongan Meluas di 44 Desa Lima Kecamatan

Reporter : Rofiq
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat dampak banjir luapan Sungai Bengawan Jero meluas

JATIMPEDIA, Lamongan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat dampak banjir luapan Sungai Bengawan Jero meluas dengan ribuan rumah terendam dan puluhan ribu warga terdampak di sejumlah wilayah setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lamongan M. Na’im mengatakan berdasarkan data terbaru, banjir Bengawan Jero berdampak pada 44 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kalitengah, Karangbinangun, Turi, Glagah, dan Deket.

Baca juga: EMCL dan PIB Bojonegoro Dorong UMKM Lamongan Naik Kelas

“Per 16 Januari kami mencatat sebanyak 4.986 rumah terendam dengan 4.861 kepala keluarga atau 20.850 jiwa terdampak banjir. Namun, hasil pemantauan di beberapa titik juga menunjukkan penurunan muka air sekitar dua hingga tiga centimeter karena dua hari terakhir tidak terjadi hujan deras,” katanya di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu.

Ia menjelaskan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak pada sekitar 7.125 hektare lahan pertanian dan tambak, serta mengganggu aktivitas di 92 lembaga pendidikan di wilayah terdampak.

Seiring meluasnya dampak, BPBD Lamongan terus melakukan penanganan terpadu bersama organisasi perangkat daerah terkait, termasuk pendistribusian logistik dan dukungan teknis pengendalian banjir.

Na’im menambahkan hingga saat ini BPBD telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras sebanyak 14 ton kepada warga terdampak. Sementara itu, distribusi bantuan logistik lainnya masih terus dilakukan secara bertahap setiap hari.

Baca juga: Bupati Yes Dorong Bapperida Rancang Program Biopori di Lamongan

“Dropping logistik dilakukan setiap hari sehingga rekapitulasi bantuan secara keseluruhan masih dalam proses,” ujarnya.

 

Selain penanganan logistik, upaya pengendalian banjir juga didukung melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan BPBD Provinsi Jawa Timur dengan menaburkan garam menggunakan pesawat Cessna untuk menekan potensi hujan di wilayah hulu.

Baca juga: BPBD Lamongan Droping 5 Truk Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan memastikan operasi siaga banjir di Stasiun Pompa Kuro masih terus dilakukan.

Kepala SDABK Lamongan Erwin Sulistya Pambudi mengatakan pompa tetap dioperasikan karena tinggi muka air Bengawan Solo masih sekitar 120 sentimeter di atas tinggi muka air Kali Blawi, meskipun mulai terlihat tren penurunan di wilayah hulu.

“Sudah ada tren penurunan di hulu Bengawan Solo. Kami berharap tidak ada hujan lanjutan agar pintu air Kuro dapat segera dibuka,” katanya.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru