JATIMPEDIA, Aceh - Badan Usaha Milik Negara, PT Pelindo Lhokseumawe, menyiapkan dua gudang untuk menyimpan bantuan logistik korban banjir setelah dibongkar dari Pelabuhan Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara.
General Manager PT Pelindo Lhokseumawe Aulia Rahman di Aceh Utara, Minggu, mengatakan dua gudang tersebut dengan kapasitas ribuan ton.
Baca juga: Pelindo dan AMANAIR Siapkan Seaplane, Banyuwangi hingga Papua Masuk Bidikan
Dia mengharapkan gudang itu mampu menampung bantuan logistik korban banjir sebelum didistribusikan ke wilayah bencana.
"Ada dua gudang dengan kapasitas ribuan ton yang kami siapkan untuk menampung bantuan korban banjir. Dua gudang yang disiapkan tersebut sebagai bentuk dukungan kami terhadap penanganan banjir di Aceh," katanya.
Sebanyak dua gudang yang disiapkan, yakni satu di area Pelabuhan Krueng Geukueh dan satu lainnya di Simpang KKA.
Baca juga: TPK Ternate Perkuat Planning & Control untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional
Ia menyebutkan Pelabuhan Krueng Geukueh dengan panjang mencapai 240 meter memiliki kedalaman untuk berlabuh kapal dengan bobot hingga 40 ribu ton.
Pihaknya siap menyambut kedatangan kapal-kapal yang membawa bantuan korban banjir. Ada beberapa kapal, di antaranya segera berlabuh di Pelabuhan Krueng Geukueh.
"Kapal tersebut di antaranya Express Bahari membawa bantuan logistik, baik sandang maupun pangan serta obat-obatan. Setelah dari Pelabuhan Krueng Geukueh, kapal tersebut bergerak ke Pelabuhan Kuala Langsa untuk mendiskusikan bantuan serupa," katanya.
Baca juga: Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian Berhasil Pangkas Waktu Pergantian Kapal Jadi 29 Menit
Ia mengharapkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar proses pengiriman bantuan korban banjir melalui Pelabuhan Krueng Geukueh dapat berjalan lancar dan bantuan dapat segera didistribusikan.
"Kami juga memberikan pelayanan maksimal terhadap kedatangan kapal-kapal pembawa bantuan korban banjir. Petugas kami siap dalam 24 jam. Apalagi akan ada kapal TNI AL berlabuh di pelabuhan ini membawa bantuan kemanusiaan," kata Aulia Rahman.
Editor : Taufiq