Dalam Sepekan, IHSG Catat Level Tertinggi dalam Sejarah

Reporter : Fitri Handayani
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat signifikan dalam sepekan ini.

JATIMPEDIA, Jakarta -Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat signifikan dalam sepekan ini. Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat ditutup melesat ke level 8.394,59 naik 0,69 persen atau 57,53 poin.

Akhir pekan sebelumnya, IHSG ditutup di level 8.163,87, sehingga dalam sepekan periode 3-7 November 2025, IHSG naik  2,83 persen. Berdasarkan laporan mingguan BEI, posisi IHSG pada Jumat (7/11/2025)  menjadikan rekor tertinggi IHSG sepanjang sejarah.

Baca juga: Semester I-2026 Laba Alamtri Resources Naik 329 Juta Dolar AS

Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat dalam sepekan ini, sebesar 3,09 persen.  Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15.316 triliun, naik dari Rp14.857  triliun pada sepekan sebelumnya. 

Tetapi, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 6,85 persen menjadi 2,16 juta kali transaksi. Pada akhir pekan sebelumnya rata-rata frekuensi transaksi harian lebih tinggi sebesar 2,32 juta kali transaksi.

Begitu pula dengan rata-rata volume transaksi harian Bursa, pada pekan ini mengalami penurunan sebesar 14,37 persen. Volumenya pada pekan ini tercatat sebanyak 27,06 miliar lembar saham, menurun dari 31,61 miliar lembar  saham pada pekan sebelumnya. 

Baca juga: TBS Energi Utama Raih Pendapatan 173 Juta Dolar AS pada Semester I-2026PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membukukan pendapa

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian BEI turut menurun sebesar  22,46 persen menjadi Rp17,54 triliun. Pada akhir pekan sebelumnya, rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp22,63 triliun.

BEI juga mencatat, investor asing  pada Jumat kemarin mencatatkan nilai beli bersih  sebesar Rp920,24 miliar. Sehingga dari Januari hingga 7 November 2025, investor asing  mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp38,33 triliun. 

Beragam faktor internal dan eksternal mempengaruhi sentimen pasar modal di Indonesia. Perkembangan data ekonomi Indonesia yang positif hingga November 2025 mendorong dinamika perdagangan di pasar saham.

Baca juga: BEI luncurkan ETF Jadi Alternatif Investasi Pasar Modal

Data ekonomi seperti inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2025 mendorong penguatan IHSG. Terakhir, rilis data cadangan devisa Indonesia bulan Oktober yang meningkat juga memberikan sentimen positif pada para investor saham.

 

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru