Pembiayaan Kendaraan Listrik Naik Jelang Berakhirnya Insentif Impor pada 2025

Reporter : indri fitria

JATIMPEDIA, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya peningkatan pembiayaan kendaraan listrik (EV) menjelang berakhirnya masa insentif impor mobil listrik pada akhir 2025. Hingga Agustus 2025, total pembiayaan kendaraan listrik yang masih berjalan mencapai Rp19,45 triliun, tumbuh 5,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Porsi pembiayaan kendaraan listrik kini menyumbang 3,65 persen dari total pembiayaan industri multifinance nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menyebutkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat dan tren ini diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun. “Kenaikan permintaan kendaraan listrik ini akan menjadi pendorong positif bagi sektor pembiayaan,” ujarnya.

Baca juga: Transformasi Transportasi Jadi Kunci Pencapaian Target NZE 2060, Pemerintah Genjot B50 dan Ekosistem EV

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa insentif impor mobil listrik completely built-up (CBU) tidak akan diperpanjang setelah Desember 2025. Program insentif tersebut sebelumnya memberikan pembebasan bea masuk, keringanan PPnBM, dan PPN, dengan ketentuan bahwa penerima manfaat wajib memproduksi kendaraan listrik di dalam negeri dengan rasio produksi 1:1 terhadap jumlah kendaraan impor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, “Setelah 2025, izin impor CBU tidak akan diberikan lagi. Fokus pemerintah adalah mempercepat produksi kendaraan listrik di dalam negeri.” Pernyataan ini juga diperkuat oleh Dirjen ILMATE Kemenperin Setia Diarta, yang menyebut bahwa industri penerima insentif kini didorong untuk segera merealisasikan pabrikasi lokal.

Baca juga: BYD Resmikan Pabrik Perakitan di Subang, Produksi Lokal Tembus 100.000 Unit

Terdapat enam perusahaan yang menerima manfaat insentif impor BEV, yakni:

PT National Assemblers (membawa merek Citroen, AION, Maxus)
PT BYD Auto Indonesia
PT Geely Motor Indonesia
PT VinFast Automobile Indonesia
PT Era Industri Otomotif (membawa merek Xpeng)
PT Inchcape Indomobil Energi Baru (membawa merek GWM Ora)
Total nilai investasi keenam perusahaan tersebut mencapai Rp15,52 triliun dengan kapasitas produksi gabungan hingga 305 ribu unit kendaraan per tahun. Pemerintah berharap seluruh perusahaan dapat mempercepat proses industrialisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Pabrik BYD di Subang Siap Diresmikan 3 September 2026, Investasi Capai Rp11,7 Triliun



Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru