JATIMPEDIA, Malang - Stimulus dana pemerintah senilai Rp 200 triliun mulai menunjukkan dampaknya dengan memacu pertumbuhan kredit perbankan, tak terkecuali di wilayah Malang Raya. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang memantau penyaluran dana tersebut berjalan cukup cepat ke sektor riil.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengungkapkan, pemantauan di beberapa bank seperti BNI dan Mandiri menunjukkan indikasi positif. "Pertumbuhan kreditnya di Mandiri yang tadinya sekitar 8 menjadi 10 atau 11 persen. Itu menunjukkan indikasi bahwa dana yang masuk ke bank itu juga secara cukup cepat disalurkan," ucapnya, Kamis (9/10/2025).
Baca juga: Triwulan III-2026 Pelanggan Stasiun Malang Tembus 1,66 Juta
Farid menjelaskan, pertumbuhan kredit merupakan indikator penting bagi denyut ekonomi. "Kalau pertumbuhan kredit bank meningkat, itu menunjukkan ekonomi masyarakat berkembang. Karena dia menganggap ada potensi yang tinggi, optimismenya tinggi, lalu melakukan pinjaman ke bank," paparnya.
Baca juga: Bupati Sanusi Ajak ICMI Malang Bantu Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Di wilayah Malang sendiri, pertumbuhan kredit hingga Agustus 2025 tercatat 7,64�ngan NPL yang terjaga di level 2,85%. Yang menggembirakan, komposisi kredit didominasi oleh sektor produktif. Kredit modal kerja mencapai 41,6�n investasi 26,6%, sehingga total kredit produktif hampir menyentuh 70%.
Baca juga: Selama September 2026 BMKG Catat 557 Gempa Goyang Jatim
"Sementara kredit konsumsi porsinya 31,8%. Angka ini menunjukkan komposisi yang relatif bagus," tutur Farid. Selain itu, penyaluran kredit kepada UMKM juga telah melampaui target, yaitu 30,9%, yang biasanya menjadi batas untuk mendapatkan insentif.
Editor : Rizky