JATIMPEDIA, Sampang - Pemkab Sampang menegaskan komitmennya untuk terus menggelar gerakan pangan murah hingga akhir tahun ini. Hal itu dilakukan demi menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Disperta KP Sampang, Suyono mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pasar murah, tetapi strategi jangka panjang.“Selain distribusi pangan murah, kami juga gerakkan petani untuk menanam cabai dan sayuran,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).
Baca juga: SKK Migas Bersama Pemkab Sampang Salurkan Air Bersih
Menurutnya, langkah ini penting agar pasokan selalu tersedia dan tidak ada lonjakan harga mendadak. “Kalau stok aman, harga terkendali, masyarakat pun terlindungi,” katanya.
Baca juga: Satgas MBG di Sampang Suspend Enam Dapur SPPG
Sementara itu, Sekda Sampang, Yuliadi Setiawan menyampaikan bahwa tim TPID selalu bergerak cepat ketika harga mulai naik.“Kami turun ke pasar, cek langsung, lalu ambil langkah intervensi. Ini cara menjaga inflasi tetap rendah,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, Sampang termasuk salah satu dari 93 daerah yang mendapat perhatian khusus karena kenaikan harga beras. “Makanya intervensi pangan murah ini jadi penting,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Sampang Buka Investasi SPBU di Pulau Mandangin
Dengan adanya intervensi tersebut, harga beras SPHP bisa ditekan ke Rp55 ribu per 5 kilogram. “Harga ini jauh lebih terjangkau dari pasar,” katanya. (sat)
Editor : Satriyo