JATIMPEDIA, Malang - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Febrina, menyatakan bahwa ekonomi wilayah kerja BI Malang yang mencakup Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo tumbuh solid sebesar 5,20 persen pada tahun 2024. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional.
“Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan domestik, konversi, dan ekspor bersih, serta kontribusi terbesar datang dari sektor industri pengolahan,” ujar Febrina dalam kegiatan Sekar Taji, Selasa (17/6/2025), di Grand Mercure, Malang yang mengangkat tema “Sinergi Memperkuat Resiliensi Perekonomian Menghadapi Dinamika Global Melalui Pengembangan Sektor Unggulan Daerah”.
Baca juga: Triwulan III-2026 Pelanggan Stasiun Malang Tembus 1,66 Juta
Acara tahunan yang sudah memasuki tahun ketiga ini menjadi forum penting sinergi antar-pemangku kepentingan wilayah Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo. Selain memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, BI juga mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran dan stimulus sektor riil.
Febrina menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan sejumlah langkah konkret, seperti pelatihan ekspor bagi UMKM, onboarding UMKM naik kelas, business matching, hingga pelatihan di sektor pertanian.
Baca juga: Bupati Sanusi Ajak ICMI Malang Bantu Gerakkan Ekonomi Masyarakat
“Kami juga bersinergi dengan RIRU Jatim untuk menjaring investasi serta memperluas kanal pembayaran, termasuk mendukung destinasi wisata dengan QRIS dan QR Cross Border,” tambahnya.
Tak hanya itu, penguatan ekonomi syariah juga menjadi prioritas. BI Malang telah mendorong sertifikasi halal untuk UMKM, pelatihan juru sembelih halal, dan menggelar literasi ekonomi syariah bertajuk Unlocking the Power of Wakaf. Tujuannya adalah mengoptimalkan aset wakaf sebagai sumber pembiayaan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Selama September 2026 BMKG Catat 557 Gempa Goyang Jatim
“Kami menargetkan tercapainya stabilitas makroekonomi, percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, dan sistem pembayaran yang efisien berbasis digital,” pungkas Febrina. (sat)
Editor : Eka Sapto