Aji Bangkit Pamungkas Awalnya Tidak Minat Pencak Silat

Surabaya, JP – Menjadi atlet pencak silat bukanlah pilihan pertama bagi Aji Bangkit Pamungkas. Bahkan dia tidak begitu minat di cabang olahraga (cabor) pencak silat. Semasa SD ia justru berminat di cabang olahraga futsal. Kemudian SMP tertarik di cabor basket. Meski begitu, sang ayah tetap mengajak Aji Bangkit Pamungkas melihat kedua kakaknya bertanding pencak silat.

Seiring waktu, minat Aji Bangkit  mulai tumbuh ke pencak silat dan mulai berlatih hingga berkesempatan mengikuti berbagai kejuaraan dari tingkat kabupaten hingga internasional. Pada 2016, pertandingan pertamanya di luar negeri adalah di Sea Games.

Meski keberuntungan belum berpihak saat itu, Bangkit tak menyerah. Sampai beberapa bulan kemudian ia kembali mengikuti ajang internasional di Asian Championship di Chengju, Korea Selatan dan meraih juara I. Kemudian pada 2018 dia menjadi penyumbang emas pada Asian Games.

Baca Juga  Cegah Bullying di Sekolah, Pemkot Surabaya Ciptakan Game Kebersamaan

Untuk menjadi juara dunia perjuangan Bangkit sangat berat. Saat itu, berat badannya sekitar 107 kilogram. Maka Aji Bangkit Pamungkas harus menurunkan kurang lebih 17 kilogram untuk bisa bertanding di kelas 90 kilogram.

Tetapi, saat di Malaysia kelas yang dibidiknya sudah penuh dan yang tersisa hanya kelas bebas 2 dengan syarat bobot mininmal 110 kilogram.

Sementara sang ayah, Agus Widodo (56) mengaku, bangga dengan prestasi yang diraih Aji. Hal itu ditunjukkan melalui foto Bangkit berjejer dengan puluhan piagam hingga piala juga dipajang di dalam rumahnya.

“Setiap pertandingan Aji Bangkit Pamungkas selalu meminta restu kepada orang tuanya. Kini dia merasakan hasilnya,” ucap Agus. (sat)

Baca Juga  Menparekraf Dukung Wisata Madiun Kota Pendekar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *